Pengabdian Prabowo Subianto di Dunia Olahraga, Seni dan Pendidikan

Pengabdian Prabowo Subianto di Dunia Olahraga, Seni, dan Pendidikan

Di balik sorotan politik, Prabowo Subianto juga menaruh perhatian besar pada tiga bidang yang ia anggap sebagai ukuran martabat bangsa: olahraga, sains, dan seni. Dalam pandangannya, negara yang besar bukan hanya kuat secara ekonomi atau politik, tetapi juga mampu bersaing lewat prestasi atlet, kecerdasan ilmuwan muda, dan kualitas budaya yang dibawa ke panggung nasional maupun internasional.

Olahraga sebagai arena kehormatan bangsa

Sikap itu terlihat dari keterlibatan Prabowo dalam pembinaan berbagai cabang olahraga. Ia aktif mencari dan membina talenta muda sepakbola, sekaligus memberi perhatian pada pembinaan ilmuwan muda di bidang matematika, fisika, biologi, dan kimia. Pada saat yang sama, ia juga membentuk tim korps musik Canka Garuda Yaksa (CGY) yang kemudian menjadi bagian dari identitas kegiatan Partai Gerindra.

Di sektor olahraga bela diri, Prabowo dikenal sebagai Ketua Umum IPSI yang mendorong Indonesia tetap menjadi kekuatan utama pencak silat. Sementara di olahraga polo berkuda, ia ikut membawa atlet Indonesia tampil di level dunia, sebuah cabang yang kerap disebut sebagai olahraga para raja.

Piala Garuda dan dorongan untuk sepakbola usia muda

Prabowo juga kerap menggelar Piala Garuda, turnamen sepakbola nasional untuk kelompok usia U-12, U-14, dan U-16. Ajang ini menjadi salah satu jalur pembinaan pemain muda, dan sejumlah pesertanya kemudian berhasil menembus tim nasional U-19. Dari sana, mereka ikut mengharumkan nama Indonesia di berbagai ajang internasional.

Harapan Prabowo terhadap sepakbola nasional tidak kecil. Ia ingin Indonesia suatu hari bisa tampil di Piala Dunia dan, lebih jauh lagi, memenangkannya. Karena itu, pembinaan usia muda selalu ia tempatkan sebagai fondasi utama.

Perhatian pada sains, musik, dan pendidikan

Di bidang sains, Prabowo percaya bahwa kompetisi yang adil adalah cara terbaik untuk melahirkan prestasi. Bersama Prof. Yohanes Surya, ia menyelenggarakan Olimpiade Fisika tingkat Asia atau APHO. Kompetisi ini dikenal sangat berat, bahkan disebut memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi dibandingkan olimpiade sejenis, termasuk International Physics Olympiad.

Perhatian itu berlanjut ke dunia pendidikan. Pada 1991, Prabowo mendirikan Yayasan Pendidikan Kebangsaan. Salah satu lembaga di bawah naungannya adalah Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) yang berkampus di Bandung. Melalui universitas ini, Prabowo memberikan beasiswa kepada ribuan anak Indonesia untuk menempuh pendidikan tinggi, terutama di bidang STEM atau Science, Technology, Engineering, and Mathematics.

Dalam bidang seni, pembentukan CGY pada 2011 menjadi bukti bahwa musik juga mendapat tempat dalam ruang pengabdian yang ia bangun. Anggota CGY dipilih dari anak-anak muda, sebagian besar berasal dari Minahasa, Sulawesi Utara, yang memiliki bakat musik. Korps drumband ini kerap tampil dalam kampanye besar Gerindra di berbagai daerah, serta dalam penampilan khusus di Padepokan Garuda Yaksa.

Hambalang sebagai pusat pembinaan

Pengabdian Prabowo di dunia olahraga, terutama pencak silat, juga terlihat dari posisinya sebagai Ketua Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) untuk periode 2016-2020 dan 2021-2025. Dalam kapasitas itu, ia menekankan pentingnya pendidikan terbaik, latihan tanding terbaik, dan fasilitas pelatnas terbaik bagi tim nasional pencak silat.

Bahkan, rumah pribadinya di Hambalang ikut dimanfaatkan sebagai tempat pembinaan. Dari sana, Prabowo membangun ruang yang bukan hanya simbolik, tetapi juga menjadi pusat dorongan bagi para atlet muda untuk terus berprestasi. Saat Prabowo bersama Presiden Joko Widodo dan Presiden FIFA Gianni Infantino menyaksikan pembukaan FIFA World Cup U-17 2023 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, termasuk laga Indonesia U-17 melawan Ekuador U-17, pesan itu kembali tampak jelas: olahraga, bagi Prabowo, bukan sekadar pertandingan, melainkan bagian dari harga diri bangsa.